Ada yg salah dengan pernyataan diatas. Pernyataan ini diucapkan oleh banyak pihak, mulai dari pihak istana, partai, kerabat sampai sanak saudara. Saya tidak menyikapi masalah imbuhan -i yg tidak baku, tetapi semua pihak tersebut seakan-akan mengiyakan dosa-dosa yg selama ini ditimpakan kepada Pak Suharto. Dosa-dosa yang sekarang sedang diteriak-teriakan oleh para demonstran.
mungkin jika dijadikan sebuah percakapan akan menjadi seperti ini
demonstran : “pak harto punya banyak dosa! Yaitu… bla… bla… bla…”
banyak pihak : “sudahlah, pak harto sedang sakit. Ampuni dosa-dosa beliau..”
demonstran : “nah! Berarti anda mengakuinya!”
banyak pihak : ???
demonstran : “wuakakakak..”

Kasihan Pak Harto, disaat-saat (mungkin) terakhirnya, Beliau dikhianati secara tidak sadar oleh orang-orang terdekatnya.
p.s. Saya menulis ini tanpa research yg matang. Mohon maaf, tolong koreksi.
2 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment

gue setuju…
emang sarapan orang teknik pake logika terus ya,,
secara tidak sadar gue setuju-setuju dengan kalimat pejabat-pejabat kita
tidak menemukan kejanggalan gitu
Great job Dude! Yatta..
Selamat jalan Eyang. Semoga dosa-dosanya diampuni.